Kumpulan Cerpen Terbaik Karya Penulis Muda Indonesia.

BIKANG ENDANG

BIKANG ENDANG 

oleh: Kharisma Hawa D.
“Tante Rini, ini kue bikangnya, masih hangat lho, keluar dari oven langsung saya bawa kesini.”
“Makasih Endang, ayo masuk dulu ke rumah.”
“Lain kali saja tante saya mampir ke rumah, saya masih harus keliling komplek untuk berjualan, mumpung ini masih hangat”
“Ya sudah, besok pagi kesini lagi ya..” Ucap Ibu sambil menutup pembicaraan.
Aku memandang sebungkus kue bikang yang diletakkan di atas meja makan, pasti Ibu yang membeli kue bikang ini dari Endang, dan menyuruhku untuk membawanya ke sekolah, gumamku dalam hati. Benar saja,
 “Rena sayang, kamu bawa bikang ini ke sekolah ya, nanti di makan bareng temen-temen kamu.” Aku mengeluh dalam hati, kenapa sih Ibu ini? Hampir setiap hari selalu menyuruhku membawa sebungkus kue mekar dan mengembang ini, jujur aku merasa malu pada teman temanku, mereka pasti berfikir itu pasti jajanan kampung yang sering  dijual di pasar, sekali waktu aku juga ingin membawa kue yang sedikit ‘elite’ di mata mereka, sebut saja brownies, sandwich, pancake, pie atau semacamnyalah. Tapi Ibu selalu membekaliku dengan bikang hangat yang di beli dari Endang. Ya sudahlah, lagipula bukan aku juga yang memakan bikang itu, ada Rani, teman sebangkuku yang menghabiskan kue itu.
 
****
        Seperti biasa, di Minggu pagi, keluargaku selalu menyempatkan untuk olahraga bersama. Aku memilih bersepeda keliling kompleks perumahan. Sedangkan, Ayah, Ibu, dan Rangga berjalan jalan di Pasar Minggu pagi yang berada di sekitar Stadion. Tumben, hari ini aku tak mendengar ‘kicauan’ si Endang yang menjajakan bikang hangatnya. Kemana dia? Bukannya aku rindu dengan jajanan pasarnya itu. Tetapi, mendengar suara Endang setiap pagi merupakan rutinitasku sebelum berangkat sekolah. Aku pun penasaran, kemana Endang pagi ini? Aku segera menuju ke Panti Asuhan Cahaya Hati, tempat tinggal Endang saat ini yang tak jauh dari komplek perumahan. Aku bertanya pada salah seorang penghuni Panti Asuhan. “Endang pulang ke Jombang, dia pulang kampung karena ingin melanjutkan pengobatan alternatif disana.” Ucapnya dan lantas kembali masuk ke halaman Panti, aku diam dan berusaha mencerna perkataan tadi. Pulang? Sakit? Pengobatan alternatif? Karena diburu rasa penasaran, aku segera pulang ke rumah dan bertanya pada Ibu.
****
            Aku memarkir sepedaku di garasi, tak sengaja aku mendengar Ayah dan Ibu sedang berbicara serius di Ruang Tamu. Aku tetap berada di garasi dan berusaha mendekatkan telingaku ke daun pintu ruang tamu.
            “Kasihan Endang itu, ia terpaksa kembali ke kampung untuk menjalani pengobatan alternatif. Ibu merasa bersalah pada Almarhumah Anik karena Ibu tak dapat merawat darah dagingnya dengan baik. Bahkan, Ibu tak dapat membujuk Endang untuk tinggal di sini dan bersekolah bersama Rena.“ Aku melihat Ibu mulai menitikkan air mata.
“Ayah tahu dan Ayah juga merasakan hal yang sama dengan Ibu, kita juga tidak sempat menyembuhkan Tuberculosis Endang. Tapi setidaknya kita sudah membeli kue buatan Endang. Paling tidak, Endang sudah dapat penghasilan sendiri dan membiayai hidupnya sendiri sejak orang tuanya meninggal setahun lalu.” Ayah mencoba menenangkan Ibu.
            Perkataan kedua orang tuaku membuatku tercekat. Aku berusaha mencerna perkataan itu. Ternyata selama ini Endang adalah anak sahabat Ibu yang di titipkan pada Ibu sejak setahun yang lalu. Pantas saja, Ibu selalu membeli jajanan buatan Endang dan memaksaku membawanya ke sekolah. Sepengetahuanku, Ayah juga jarang memakan bikang itu ketika di rumah dan lebih sering membawa kue itu ke kantor. Jadi ini sebabnya.
            Aku hanya bisa mendoakan agar Endang cepat sembuh dan kembali kesini. Aku pun tak keberatan jika suatu saat nanti Endang tinggal bersama kami bahkan satu sekolah denganku.
            Cepat sembuh Endang
            Aku merindukan bikang hangatmu..
 
 
 
 
JAWA POS. Kamis, 7 Juli 2011
 
KHARISMA HAWA D.
Facebook        : Kharisma Hawa D.
Twitter             : @kharismahawa
Heello              : @kharismahawa
Email                : kharismahawa@yahoo.co.id
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Cerpen Kehidupan dengan judul BIKANG ENDANG. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://cerpen.gen22.net/2011/12/bikang-endang.html. Terima kasih!

Beri komentar untuk BIKANG ENDANG

Ditulis oleh: Lukas Gentara - Tuesday, December 6, 2011

2 komentar untuk "BIKANG ENDANG"

Hong Zhang said...

These will attending abundant in your posture. Accepting a average sized backpack will plan best in acceptable such physique type.For gucci replica additional sized physique blazon you accept to abstain application baby handbags because this tends to louis vuitton replica accomplish you attending bigger. Aswell abstain handbags that has abbreviate straps. Try handbags that are hardly added and beyond than accustomed sizes back they will accomplish you arise smaller.So now you already accept an abstraction how to fendi outlet accept a backpack that apparel your physique type. Remember that handbags do not alone Replica Handbags depend on your physique blazon but aswell on the accouterments you are cutting including the replica handbags shoes.Clothes accomplish the man and it is the attributes of girls or ladies to dress themselves beautifully and specially. With this in apperception abounding manufacturers produced a array ofartist replica handbags which are actual akin to replica chanel the aboriginal artist handbagsLV Replica from the attending to feel. Some artist replica handbags are actual abiding and even outlive the aboriginal ones, but their bulk is just a atom of bulk of the accurate absolute ones.

Chenzhen 20160303chenzhen said...

louis vuitton outlet
omega speedmaster
yeezy boost 350 white
cheap ray bans
michael kors outlet online
ray ban outlet
louis vuitton outlet
nike roshe run
nike free flyknit 3.0
michael kors outlet clearance
true religion jeans outlet
lebron james shoes 2016
cheap ray ban sunglasses
wholesale nike shoes
ray ban outlet store
louis vuitton outlet online
coach purses on sale
adidas pure boost black
coach outlet online
armani outlet
polo ralph lauren outlet online
air jordan shoes
abercrombie & fitch
reebok classic
kate spade bags
levis 511
reebok shoes
cheap jordan shoes
ralph lauren pas cher
fitflops sale clearance
louis vuitton uk
under armour
coach factory outlet online
adidas supercolor pink
cheap jordan shoes
ugg boots
timberland boots outlet
adidas trainers
coach factory outlet online
true religion jeans
chenzhen201664

My Blog List

My Blog List

My Blog List

My Blog List

  • Drama Korea Terbaru: Beloved - [image: Drama Korea Beloved] *Sinopsis Drama Korea Beloved:* Drama Korea yang satu ini diadaptasi dari novel Jepang karya penulis Hisashi Nozawa. Beloved me...
    4 years ago